Distribusi, Retensi, dan Penetrasi Bahan Pengawet Ekstrak Daun Tuba (Derris elliptica Benth) pada Kayu Kemiri dan Kayu Agathis (Distribution, Retention, and Penetration of Tuba Leaves Extract (Derris elliptica Benth) on Aleurites moluccana and Agathis Wood)

Syahidah Syahidah, Andi D Yunianti

Abstract


Wood preservation is carried out to increase the service life of wood with low natural durability. Factors such as wood structure, preservatives, and methods of preservation influence the preservation processes. The aim of this study was to evaluate retention, penetration, and distribution of tuba (Derris elliptica) leaves extract into the candlenut wood (Aleurites molluccana) and agathis (Agathis sp.) wood structures. The wood samples were treated with hot and cold soaking. The duration of hot soaking were 3, 5, and 7 hours, while for cold soaking were 3, 5, and 7 days. The result showed that the highest retention of extract was achieved by cold soaking for 7 days at 9.4 kg m-3, and the lowest retention was achieved by hot soaking for 3 hours at 1.9 kg m‑3. The highest penetration occured by cold soaking for 7 days at 8.08 mm and the lowest was that with hot soaking for 3 hours at 2.81 mm. However, the distribution of the extract in the agathis wood structures could not be detected by stereo microscope. In the the case of the candlenut wood, the extract was distributed in the parenchyma cell.


Keywords


cold soaking, derris elliptica leave extract, distribution, hot soaking, penetration, retention

Full Text:

PDF

References


Abdurrohim S. 1993. Pengawetan lima jenis kayu secara rendaman dingin dengan dua jenis bahan pengawet CCB. JPHH. 11(7):256¬-266.

Abdurrohim S, Martawijaya A. 1987. Pengawetan dua puluh jenis kayu lrian Jaya secara rendaman panas- dingin. JPHH. 4(3):1-9.

Amaliyah DM, Lestari RY, Raharjo NL, Hamdi S, Cahyana BT, Nurmilatina. 2019. Efektivitas ekstrak kayu ulin (Eusideroxylon zwageri) sebagai pengawet alami kayu terhadap serangan rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren). JRIHH. 11(2):85-96.

Barly, Permadi P. 1987. Pengawetan sebelas jenis kayu dengan metode rendaman panas-dingin. JPHH. 4(4):8-14.

Barly, Lelana NE. 2009. Pengaruh ketebalan kayu, konsentrasi larutan dan lama perendaman terhadap hasil pengawetan kayu. JPHH. 28(1):1-8

Barly. 2013. Peran Pengawetan Kayu, Penelitian dan Aplikasinya, Prosiding Pertemuan Ilmiah Orasi Peneliti Utama. Eds: R. Sudradjat, G. Pari dan A. Santoso: 45 - 65.

[SNI] Standar Nasional Indonesia. 1999. Pengawetan Kayu untuk Perumahan dan Gedung. SNI 03-5010.1-1999. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Djauhari D. 2012. Pengaruh konsentrasi bahan pengawet boron terhadap retensi dan penetrasi pada kayu rakyat. [Skripsi]. Bogor: Insitut Pertanian Bogor.

Eskani IN, Utamaningrat IMA. 2019. Pengaruh konsentrasi, waktu perendaman, dan jenis kayu pada pengawetan alami kayu menggunakan ekstrak daun sambiloto. Dinamika Kerajinan dan Batik. 36(1):61-70.

Eskani IN, Utamaningrat IMA, Suheryanto D. 2019. Pengawetan alami kayu ketapang (Terminalia catappa) menggunakan ekstrak daun sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai bahan baku untuk produk interior. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan”; 2018 April 12; Yogyakarta, Indonesia. Yogyakarta: Teknologi Industri UPN Veteran. hlm K3-1-K3-5.

Febrianto F, Gumilang A, Carolina A, Yoresta FS. 2014. Distribusi bahan peengawet larut air pada kayu diawetkan secara sel penuh dan sel kosong. JITKT. 12(1):20-32.

Firmanto A. 2017. Teknologi pengawetan kayu bangunan dalam rangka menambah nilai ekonomi kayu. Jurnal Logika. 19(1):12-19.

Hajra SA. Mehta, Pandey P, John J, Mehta P. 2010. Antibacterical property of crude ethanolic extract of mikania micrantha. Asian J. Exp. Biol. Sci. Spl. 2010:158-160.

Hidayatullah S, Rizaldi AA, Gracia H, Syahidah. 2017. Efikasi ekstrak daun tuba sebagai anti rayap alami. JITKT. 15 (2):167-174.

Krisdianto, Sudika DA, Wahyudi A, Muslich M. 2015. Keterawetan enam jenis kayu dari jawa barat dan riau. JPHH. 33(4): 329-336.

Matsunaga H, Matsumura J, Oda K. 2004. X-ray microanalysis using thin sections of preservative-treated wood. IAWA J. 25(1): 79-90.

Muslim R, 2011. Pengaruh pengawetan dengan wood injector terhadap sifat fisis dan kekuatan kayu pada kayu balsa (Ochroma Bicolor Rowlee) dan akasia (Acacia Mangium Willd.). [Skripsi] Fakultas Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Vachlepi A, Suwardin D, Hanifarianty S. 2015. Pengawetan kayu karet menggunakan bahan organik dengan teknik perendaman panas. J. Penelit. Karet. 33 (1): 57-64.

Rabani, Diba F, Muflihati. 2017. Penghambatan pertumbuhan jamur schizophyllum commune fries oleh ekstrak etanol daun kratom (Mitragyna speciosa Korth). JHL. 5 (3): 831-839.

Rinaldi NA, Listyanto T, Karyanto O, Lukmandaru G. 2012. Pengawetan metode rendaman panas dingin kayu sengon dengan ekstrak buah kecubung terhadap serangan rayap kayu kering. Prosiding Seminar Nasional MAPEKI XV; 2012 November 6-7; Makassar, Indonesia. Bogor: Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia. hlm 478-484.

Sumaryanto A, Hadikusumo SA, Lukmandaru G. 2013. Pengawetan kayu gubal jati secara rendaman dingin dengan pengawet boron untuk mencegah serangan rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light). JIK. 7(2):93-107.

Suranto S. 2002. Pengawetan Kayu: Bahan dan Metode. Yogyakarta: Kanisius

Suriani E. 2018. Kajian terhadap variasi metode dan bahan pengawet pada proses pengawetan bambu-kayu di indonesia. EMARA – Indonesian J. Architecture. 4(1): 54-64.

Syahidah, Subekti N. 2019. Biological activity of mangrove leaves extract (Rhizophora sp.). Proceeding of The 1st Biennial Conference on Tropical Biodiversity; 2018 September 20-21; Makassar, Indonesia. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science. 270 (2019) 012051 doi:10.1088/1755-1315/270/1/012051.

Tarumingkeng RC. 1992. Insektisida: Sifat, Mekanisme Kerja dan Dampak Penggunaannya. Jakarta: Universitas Kristen Krida Wacana.

Yoon AS. 2006. Extraction of rotenone from Derris Elliptica and Derris malaccensis by pressurized liquid extraction compared with maceration. J. Cromatography A. 20(2): 172-176

[WHO] World Heath Organization. 1992. The WHO recommended classification of pesticides by hazard and guidelines to classification 1992-1993. Genewa: WHO.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Indexed by:

     

 

ISSN: 1693-383              EISSN: 2656-0178