Panduan Penulisan JITKT

A. Ketentuan Umum

 

Ketentuan umum mengenai penulisan naskah adalah sebagai berikut:

1. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia sesuai EYD atau bahasa Inggris.

2. Ukuran kertas yang digunakan adalah Letter dengan marjin atas: 2,5 cm; bawah: 2,5 cm; kiri: 3,5 cm; kanan: 3 cm.

3. Tipe huruf dalam teks adalah Time New Romans 12 pt; judul font 14 , dan subbab atau sub-subbab 12 pt. Penulisan teks menggunakan spasi 1.

4. Sistematika penulisan naskah terdiri dari: judul, penulis, instansi penulis (termasuk Corresponding author atau Penulis korespondensi), abstrak (termasuk Keywords), pendahuluan, bahan dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih (jika diperlukan), daftar pustaka.

 

B. Judul Naskah

 

Penulisan judul mengikuti ketentuan sebagai berikut:

1. Judul naskah ditulis singkat, jelas dan bukan merupakan kalimat tetapi merupakan ungkapan.

2. Judul diusahakan tidak lebih dari 14 kata (untuk judul berbahasa Indonesia) dan 10 kata (untuk judul berbahasa Inggris) termasuk istilah ilmiah yang ditulis miring (italic)

3. Judul ditulis dengan huruf standar (huruf kapital hanya pada setiap awal kata) berukuran 14 bold.

4. Judul diletakkan pada posisi center.

5. Terjemahan judul dalam bahasa Inggris ditulis dengan huruf italic dan diberi tanda kurung.

6. Penulisan nama spesies pada Judul, tidak menggunakan nama taksonomi(nama latin).

 

C. Penulis dan Affiliasi

 

Penulisan tim penulis naskah dan asal instansinya adalah sebagai berikut:

1.Penulis naskah ditempatkan dibawah judul dengan jarak 12 pt.

2.Penulisan tim penulis naskah menggunakan huruf berukuran 12 standar dengan posisi Center.

3.Tim penulis seluruhnya dicantumkan dengan lengkap.

4.Tanda pemisah antar penulis naskah menggunakan tanda koma (,)

5.Nama penulis yang terdiri dari tiga kata atau lebih, penulisan nama tengahnya disingkat dan tanpa tanda titik (.).

   Contoh: Rita Kartika Sari ditulis Rita K Sari, Farah Miranti Farizi Febrianto ditulis Farah MF Febrianto

6.Keterangan asal instansi pada nama penulis naskah, ditulis menggunakan angka dengan posisi superscript  

   Contoh: Gunawan Pasaribu1

7. Asal instansi penulis naskah dituliskan nama dan alamat instansi dengan lengkap, dan diantara unit-unit dalam instansi penulis ditulis dengan tanda pemisah koma (,).

   Contoh: 1 Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor atau ditulis IPB, Bogor

8. Nama instansi penulis ditulis dengan spasi 6 pt di bawah nama penulis dengan posisi Center

9.Penulisan Corresponding author ditulis italic untuk naskah bebahasa Inggris, sedangkan naskah berbahasa Indonesia ditulis Penulis korespondensi setelah nama instansi dan disertai alamat email dan nama lengkap.

   Contoh: *Corresponding author: detti_yuniarti@yahoo.com

11. Pada Penulis korespondensi diberi tanda bintang (*).

      Contoh: Gunawan Pasaribu1*

12. Penulisan Corresponding author diletakkan di bawah nama instansi berjarak 6 pt dengan posisi Center.

 

D. Abstrak

Penulisan abtrak adalah sebagai berikut:

1. Abstrak ditulis dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

2. Sub judul “Abstract” dan Abstrak ditulis menggunakan ukuran huruf 12, bold dengan posisi Center.

3. Penulisan sub judul “Abstract” dan “Abstrak” berjarak spasi 12 pt dari teks sebelumnya (dari teks Correspoding author/Penulis Korespondensi) dan 6 pt dengan teks isi abstrak.

4. Teks isi abstrak ditulis dalam bahasa Inggris dan Indonesia dengan huruf berukuran 11, dan format Justify (rata kiri dan kanan).

5. Teks abstrak ditulis dalam satu paragraf dengan spasi 1 dan tidak lebih dari 200 kata.

6. Abstrak dalam bahasa Inggris, desimal ditulis dengan tanda titik (.), sedangkan dalam bahasa Indonesia  ditulis sebagai koma (,)

6. Kata “Keywords” ditulis dibawah teks abstrak berbahasa Inggris dan “Kata kunci” dibawah teks abstrak berbahasa Indonesia berdengan jarak 6 pt dan tidak lebih dari 6 kata dan/atau frase.

7. “Keywords” dan “Kata kunci” ditulis berdasarkan urutan abjad dari huruf awal kata dan/atau frase

8. Kata “Keywords” dan “Kata kunci” ditulis dengan huruf tebal, dan frase atau kata kunci ditulis dengan huruf kecil (kecuali nama taksonomi sesuai dengan ketentuan yang berlaku) dan antar kata atau frase dipisakan dengan tanda koma (,)

 

Contoh:

Keywords: atomic absorption spectrometry, closed loop cycle, metalic content, Tectona grandis

Kata kunci: ekstraktif, keawetan kayu, selulosa

 

E. Isi Naskah

Ketentuan penulisan isi naskah adalah sebagai berikut:

1.  Naskah ditulis dalam bentuk format 2 kolom, dengan jarak antar kolom adalah 1 cm.

2.  Teks ditulis dengan menggunakan jenis huruf Times New Roman 12, dengan pengaturan rata kiri dan kanan.

3.  Spasi antar paragraf adalah 6 pt, spasi antara akhir paragraf dengan subjudul berikutnya adalah 12 pt, sedangkan spasi antara subjudul dengan awal paragraf adalah 6 pt.

4.  Awal paragraf ditulis tanpa tab.

5.  Subjudul  seperti  Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, Ucapan Terima Kasih,  dan Daftar Pustaka ditulis dengan ukuran huruf 12, bold dengan posisi Center  (dan  ditulis kapital setiap kata (Capitalized Each Word).

6.  Sub-subjudul ditulis dengan ukuran huruf 12, bold dengan posisi rata kiri, huruf kapital hanya pada awal kata pertama.

7.  Sub-sub-subjudul ditulis dengan ukuran huruf 12, bold dan  italic dengan posisi rata kiri, huruf kapital hanya pada awal kata pertama.

8.  Isi utama naskah terdiri dari: Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, Ucapan Terima Kasih (jika diperlukan), Daftar Pustaka.

9.  Penulisan nama umum spesies dalam teks menggunakan huruf kecil. Contoh: kayu jati,

10.Penulisan nama famili menggunakan italic.  Contoh: Myrtacea

11.Penulisan nama spesies dengan nama latin hanya pada penulisan yang pertama. Penulisan nama latin tidak menggunakan author.

Contoh: Jati (Tectona grandis), selanjutnya dalam teks hanya menggunakan kata jati saja.

 

F. Penyajian Data dan Informasi

1. Tabel

a. Tabel harus menyajikan data dengan ringkas, tepat, dan jelas sesuai pengelompokkan data dan informasi.

b. Setiap tabel diberi nomor dan judul tabel, diletakkan di atas tabel.

c. Antar judul tabel dan tabel tanpa spasi.

c. Setelah nomor tabel dan akhir judul tabel tidak dikahiri dengan tanda titik (.). Judul tabel diawali dengan huruf kapital.

d. Jika diperlukan, keterangan tabel ditulis di bawah tabel dengan huruf Times New Roman 10 dengan jarak 1 spasi.

e. Format penulisan judul tabel adalah rata kiri dan kanan (Justify) sesuai dengan besar/panjang tabel.

f. Apabila judul tabel lebih dari satu baris, maka baris berikutnya ditulis rata kiri.

g. Pembatas tabel hanya berupa garis horizontal.

h. Penyajian data sebaiknya menyertakan standar deviasi.

i.  Kepala kolom dan kepala baris diawali dengan huruf kapital dengan posisi rata kiri dan satuan ditulis setelah tanda koma (,) tanpa tanda kurung

j. Angka dalam tabel ditulis rata kanan tetapi diletakkan di tengah

 

Contoh:

 

Tabel 1 Kadar ekstrak kayu mangium dan sengon pada berbagai jenis pelarut

No

Jenis pelarut

Kadar ekstrak, %*)

 

 

Mangium

Sengon

1.

n-Heksana

4,25±2,35

1,24±2,35

2.

Etil asetat

6,87±2,35

4,26±2,35

3.

Etanol

10,24±2,35

6,52±2,35

4.

Metanol

16,51±2,35

12,83±2,35

Keterangan:  *) rerata dari 3 ulangan

2. Gambar

a. Gambar bisa berbentuk grafik (histogram, pie, garis), bagan alir, peta, atau foto.

b. Gambar diberi nomor dan judul gambar secara berurutan.

c. Judul gambar diletakkan dibagian bawah gambar dan ditulis dengan ukuran huruf 12 dengan spasi 1 dan diakhiri dengan tanda titik (.)

d. Judul gambar diawali dengan huruf kapital dan ditulis setelah nomor serta tidak dipisakan dengan titik.

d. Apabila judul gambar lebih dari satu baris, maka baris berikutnya ditulis rata kiri.

f. Format penulisan judul gambar adalah rata kiri dan kanan (Justify).

g. Posisi gambar diletakkan di tengah naskah (Center).

h. Gambar tidak diberi bingkai.

i. Keterangan gambar diletakkan dalam judul gambar dengan ukuran huruf 12.

j. Pengutipan gambar sekunder harus disertai referensi acuan. Penulisan sumber acuan gambar diletakkan dibagian bawah gambar dengan ukuran huruf 10.

k. Keterangan axis ditulis center (lihat contoh)

Contoh gambar dan penulisan judul gambar:

 

Gambar 4 Pola penyebaran unsur tembaga (●) dan krom (◌) pada kayu pinus yang diawetkan dengan proses sel kosong.

 

l.  Penyajian data dalam bentuk grafik sebaiknya menyertakan standar deviasi.

m.Dari judul gambar ke teks berikutnya spasi 12.

3. Penulisan satuan

a. Satuan persen (%) ditulis tanpa spasi (Contoh: 23,56%).

b. Satuan lainnya selain persen, ditulis dengan menggunakan spasi dari numeriknya dan tidak diakhiri dengan titik kecuali akhir kalimat.

    Contoh: 5 kg, 24,51 cm, 10 mg, 10 °C

c. Satuan pembagi (per) ditulis sebagai berikut: kg cm-2 , per menit (tulisan bahasa Indonesia), min-1 (tulisan bahasa Inggris)

d. Satuan ukuran yang lebih dari satu data dengan satuan yang sama ditulis sebagai berikut: (30x20x0,5) cm3.

e. Keterangan setelah Rumus menggunakan kata “dengan:”

    Contoh:

    dengan A = luas (m2),  = 3,14, dan r = jari-jari (m).

f. Angka ribuan sampai jutaan ditulis tanpa titik dan tidak ditulis spasi. Contoh  1000000

G. Pengutipan dan Penulisan Pustaka Acuan

Ketentuan pengacuan dan penulisan pustaka acuan dalam tubuh tulisan adalah sebagai berikut:

1. Pengacuan pustaka harus dilakukan secara taat asas, baik dalam tubuh tulisan, tabel, maupun gambar.

2. Pustaka yang diacu ditulis pada akhir naskah dalam “Daftar Pustaka”.

3. Dalam tubuh tulisan, nama pengarang yang ditulis hanya nama keluarga atau nama akhirnya, dan diikuti tahun publikasi tanpa tanda koma (,).

4. Contoh-contoh penulisan acuan dalam tubuh tulisan adalah sebagai berikut:

a. Satu orang pengarang

(1) Jika terdapat satu pustaka oleh satu orang pengarang.

     Contoh dalam teks: Yudoyono (2005) atau (Yudoyono 2005)

(2) Jika terdapat lebih dari satu pustaka yang ditulis oleh satu orang pengarang yang sama ditulis sesuai urutan tahun terbit dari tahun paling lama ke yang paling baru, dan dipisakan dengan tanda koma (,)

      Contoh dalam teks: Kuswara (1999, 2009) atau (Kuswara 1999, 2009)

(3) Jika terdapat lebih dari satu pustaka yang ditulis oleh pengarang yang sama dan terbit pada tahun yang sama, ditulis dengan penambahan huruf “a”, “b”, dan seterusnya berdasarkan urutan waktu publikasi.

      Contoh dalam teks: Nugroho (1997a, 1997b) atau (Nugroho 1997a, 1997b)

 

b. Dua pengarang

(1) Jika terdapat dua orang pengarang dengan nama yang berbeda ditulis dengan kata “dan” jika berada dalam suatu tubuh tulisan, dan menggunakan tanda “&”, jika tulisan dalam tanda kurung.

      Contoh dalam teks: Natalia dan Gondokusumo (2000) atau (Natalia & Gondokusumo 2000).

(2) Jika terdapat dua acuan yang berbeda ditulis oleh dua orang pengarang yang berbeda tetapi memiliki nama keluarga yang sama, maka penulisan ditambah inisial untuk membedakan keduanya.

      Contoh: Nugroho N dan Nugroho B (1995) atau (Nugroho N & Nugroho B 1995).

 

c. Tiga pengarang atau lebih

Untuk pengarang yang terdiri dari tiga orang atau lebih, hanya nama akhir pengarang pertama yang ditulis dan diikuti dengan kata “et al.” (singkatan dari et alii) dan ditulis italic dan diakhiri dengan tanda titik (.).

Contoh: Akiyama et al. (2005) atau (Akiyama et al. 2005)

 

d. Pengacuan ganda

Jika terdapat dua artikel atau lebih dengan pengarang yang berbeda diacu sekaligus, maka penulisan didasarkan pada tahun terbit dan antar acuan dipisahkan dengan tanda koma (,).

Contoh: (Nugroho 1995, Natalia & Gondokusumo 1999, Akiyama et al. 2005)

 

e. Lembaga sebagai pengarang

Nama lembaga yang diacu ditulis dengan bentuk singkatannya.

Contoh: BPS (1990) atau (BPS 1990)

 

f. Pustaka sekunder

Artikel yang tidak dibaca langsung oleh penulis tetapi diacu dari suatu sumber, maka nama pengarang dan tahun penerbitan aslinya ditulis ditambah kata “diacu dalam” serta diikuti nama pengarang dan tahun penerbitan pustaka sekundernya.

Contoh: Syafii (1985) diacu dalam Sari (2000) atau (Syafii 1985, diacu dalam Sari 2000)

 

 

 

 

 

H. Penulisan daftar pustaka

Penulisan daftar pustaka disusun berdasarkan urutan abjad nama pengarang.

1. Jurnal

a. Pengarang satu orang

Anderson JAR. 1964. The structure and development of the peat swamps of Sarawak and Brunei. J Trop Geogr. 18:7-16.

 

b. Pengarang dua orang atau lebih

Bihani B, Samuelson O. 1980. Carbohydrate stabilization and delignification during pretreatment of wood with alkali and quinones. Svenks Papperstid. 6:161-164.

 

Leyva A, Dimmel RD, Pullman SG. 1998. Teak extract as catalys for the pulping of loblolly pine. TAPPI. 81(5):237-240.

 

Curreli N, Agelli M, Pisu B, Rescigno A, Sanjust E, Rinaldi A. 2002. Complete and efficient enzymatic hydrolysis of pretreated wheat straw. Proc Biochem. 37:937-41.

 

Widyaningsih S, Purwati, Riyadi. 2007. Pemodelan senyawa turunan asam karbamat sebagai senyawa antikanker menggunakan metode semi empiris. AMI Molekul. 2(2):59-70.

 

c. Organisasi atau lembaga

[SSCCCP] Scandinavian Society for Clinical Chemistry and Clinical Physiology. 1976. Recommended method for the determination of α-glutamyitransferase in blood. Scand J Clin Lab Invest. 36:119-125.

 

2. Buku

a. Buku dengan pengarang

 

Gunawan AW. 2000. Usaha Pembibitan Jamur. Jakarta: Penebar Swadaya.

b. Buku dengan editor

Kharazipour A, Hüttermann A, 1998. Biotechnologycal Production of Wood Composites. Bruce A, Palfreyman JW, editors. New York: Taylor & Francis Ltd.

c. Buku dengan editor atau bab dalam buku

Kharazipour A, Hüttermann A, 1998. Biotechnologycal production of wood composites. Di dalam: Bruce A, Palfreyman JW, editors. Forest Product Biotechnology. New York: Taylor & Francis Ltd. hlm 141-150.

 

3. Prosiding

Alamsyah EM, Yamada M, Taki K. 2005. Bond quality of Indonesian and Malaysian fast growing tree species. Proceeding of the 6th International Wood Science Symposium; 2005 August 29-31; Bali, Indonesia. Jakarta: JSPS-LIPI Core University Program. hlm 220- 227.

 

4. Tesis/Disertasi

Taskirawati I. 2006. Peluang investasi dan strategi pengembangan usah budidaya Kutu Lak (Laccifer lacca Kerr.). [Tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

 

5. Informasi dari internet

Chowdhury R, Hasan CM, Rashid MA. 2003. Bioactivity from Toona ciliata stem bark. http://www.informahealthcare.com/doi/abs/10.1076/phbi.41.4.281. html. [4 September 2009].

  1. Footer  halaman ganjil ditulis nama jurnal di pinggir kanan dengan huruf time new roman  ukuran huruf 9, sedang nomor halaman diletakkan dipinggir kiri ukuran huruf 11.

Contoh:

 

 183                                                                                                 J. Ilmu Teknol. Kayu Tropis Vol. 14 No. 2 Juli 2016

 

Footer halaman genap ditulis baris pertaman judul naskah ukuran huruf 9 letaknya di pinggir kiri dan di pinggir kanannya nomor halaman dengan ukuran huruf 11. Baris kedua ditulis nama penulis dengan ukuran huruf 9.

 

Contoh:

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Surian, Mangium, dan Pegagan serta Kombinasinya dalam Formula Krim                 184